Asyiknya Jogging Di Lapangan Atletik Tri Lomba Juang
Berada di luar kota adalah saat dimana aku bisa rasakan bebas merdeka. Bukan karena di rumah aku terjajah, tapi kalau udah mikir kerjaan, jualan, sampai harga tahu tempe, minimlah waktu buat me time. Kalaupun ada, rebahan terasa lebih menyenangkan.
Maka itulah, saat ke Semarang kali ini aku sengaja jogging pagi-pagi. Aku jarang banget olahraga begini. Dan sekarang mumpung ada kesempatan, aku nggak mau sia-siakan.
Waktu belum lagi menunjukkan jam 6 pagi, aku sudah keluar dari penginapan di Jl. DI Panjaitan, Semarang. Dasar narsis, aku tampil gaya dengan topi dan kacamata hitam. Aku mulai jalan santai diselingi lari-lari kecil. Saat belok ke Jl. Thamrin, mulailah langkahku makin kencang. Melihat satu dua orang lainnya melakukan hal sama, aku serasa ditantang.
![]() |
| Ayo lari, semangat! |
Tak perlu lari ke Simpang Lima atau ke Tugu Muda, aku sudah temukan tempat lain yang bagus. Menyeberanglah aku ke Jl. Tri Lomba Juang. Di situ ada gelanggang olahraga dengan lapangan atletik, kebanggaan atlet dan warga Semarang.
![]() |
| Lapangan Tri Lomba Juang |
Biar masih pagi, ratusan motor dan puluhan mobil sudah terparkir di depan. Sebagian besar orang sengaja datang untuk berolahraga di sini. Cuma segelintir orang yang datang dengan lari atau jalan kaki dari rumah. Tak salah lagi, tempat ini pasti menarik.
Begitu melangkah masuk ke area gelanggang olahraga, ratusan orang sudah memenuhinya. Tanpa tiket, semua orang bebas keluar masuk. Di sisi timur, lapangan atletik yang luas sudah terbentang. Ada orang yang lari, ada yang sekedar jalan-jalan, ada juga sekumpulan orang tua yang lagi senam. Selain itu, tersedia juga fasilitas outdoor gym seperti statis bike dan parallel bar.
Lapangan ini punya 8 lintasan lari. Lintasan 1 sampai 3 dikhususkan buat atlet atau yang benar-benar mau lari. Lintasan 4 sampai 8 untuk yang sekedar jalan santai. Tapi saking ramainya, orang sudah nggak peduli mau lewat lintasan berapa. Yang penting jangan masuk ke lapangan rumput di tengahnya.
Aku tidak perlu memandangi berlama-lama, langsung memasuki lintasan. Tas pinggang kukencangkan biar nggak melorot saat lari. Lalu aku mulai dengan jalan santai, makin lama makin cepat, sampai akhirnya benar-benar lari kencang... wusssss.... Di antara ratusan orang, tua muda, anak-anak sampai kakek nenek, aku merasa seperti atlet dadakan.
![]() |
| Semua asyik berjalan dan berlari |
Olahraga di sini santai saja. Mayoritas pengunjungnya cukup sopan dalam hal pakaian maupun tingkah laku. Nggak ada yang seenaknya lari nubruk kiri kanan. Aku yang berkacamata hitam pun berusaha fokus pandangan agar jangan sampai saling dorong atau tabrak. Apalagi sampai jatuh, nggak lucu ah.
Tanpa terasa 1 putaran lapangan sudah kulewati. Lagi dong! Aku nggak mau kalah dengan anak-anak yang dengan pedenya lari di lintasan atlet. Aku lewati 3 putaran lagi. Lumayan keringatan juga. Aku berhenti sebentar, mojok di bawah tribun. Setengah botol Aqua terasa segar di mulutku.
| Ayo, lanjut lagi! |
Masih belum puas, aku mengitari lapangan lagi. Sinar matahari mulai menyala karena sudah jam 6.45. Tapi aku tak mau sia-siakan kesempatan langka ini. Niatku sejak awal mau jogging pagi, jadi harus maksimalkan. Di antara ratusan orang, aku nekat menyusup ke lintasan 3. Atur nafas, lari yang kencang! Biarpun aku nggak kuat lari seputaran penuh, maklum udah berumur, minimal aku bisa paham rasanya jadi atlet lari di stadion.
Ketika nafas sudah tidak bisa tolerir, akhirnya aku meneguk air minumku sampai habis. Total 8 putaran kulewati hari ini. Kaosku basah karena keringat. Biarlah, namanya juga olahraga.
![]() |
| Makin siang makin rame! |
Aku sebenarnya ingin lanjut outdoor gym. Sayangnya, karena semua alat sedang dipakai dan lagi aku sudah terlalu berkeringat, terpaksa kubatalkan.
![]() |
| Outdoor gym |
Beberapa menit lewat dari jam 7 pagi, aku berjalan keluar dari lapangan Tri Lomba Juang itu, kembali ke jalan raya. Sebuah pengalaman mengasyikkan, jogging di lapangan atletik bersama ratusan orang. Aku memang tidak bisa main sepakbola, tenis, atau bulutangkis, tapi lari pagi seperti ini cukuplah buat olahraga sekaligus refreshing buatku.





Komentar
Posting Komentar