Depot Es Semanggi, Oase Tersembunyi Di Remang Parkiran

Apa yang kita cari di Alun Alun Magelang? Pasti kalau ditanya begitu kita bakal jawab Gardena Supermarket, Trio Plaza, Matahari Plaza. Apalagi sejak akhir tahun kemarin mulai berdiri The Aloon Aloon Mall. Kalau pengin yang seger-seger dan enak-enak tinggal menyeberang ke Kuliner Sejuta Bunga. Tapi coba ingat-ingat deh tempat ini. 

Depot Es Semanggi! Yes, sebuah kedai yang "ngumpet" di basement Matahari Plaza. Ini satu-satunya depot atau kedai paling abadi di tengah tempat parkir yang remang-remang. Sejak Matahari mulai berdiri di tahun 1990-an, depot ini setia "memberi kesegaran".

Dulu waktu aku kecil, ya sekitar 25-30 tahun yang lalu lah (nggak usah mikir umurku), almarhum papaku suka ajak aku jajan es di sini. Dan sampai tahun 2026 ini, depot ini masih berdiri. Benar-benar legend! Kalau tidak salah, dulu yang jualan ibu-ibu dan sekarang diteruskan oleh anaknya. Depot ini juga buka cabang di Jalan A. Yani, Magelang Utara. 

Sebenarnya aku kurang suka minuman manis. Tapi hari ini, karena mau bernostalgia sekaligus demi bahan tulisan di sini, aku datang lagi ke Depot Es Semanggi. Tentu saja aku harus menuruni lantai basement yang punya kemiringan 60 derajat ini. Berhubung takut nyungsep, aku titipkan sepedaku pada bapak-bapak yang jaga di atas, lalu jalan kaki pelan-pelan. 

Di sudut pojok kiri parkiran, terlihatlah depot itu. Biar tersembunyi, tapi bagi yang sudah tahu pasti tetap didatangi. Apalagi pas jam makan siang begini. Mereka yang lagi kepanasan, ingin seger-seger, atau lagi nggak ingin makanan berat pasti bakal ke sini. 

Depot Es Semanggi




Seperti kubilang tadi, Depot Es Semanggi ini kedai yang abadi. Dari beberapa kios di parkiran itu, ia hanya "ditemani" Kantin Matahari, kios lainnya sudah lama gulung rolling door.  Maka sekarang depot ini hanya buka siang hari, karena memang ramainya jam segitu. Lewat jam 14.00 dijamin kehabisan. 

Tak usah tanya lagi, menu utama di sini jelas minuman es. Pilihannya ada es susu, es sirup, es roti, es tape, es dawet, es pleret, es kelapa muda, dan es coklat. Bisa juga dikombinasikan, misalnya es susu roti, es tape dawet, es pleret coklat. Di papan menu tertulis juga minuman jadul es soda gembira, tapi aku nggak sempat tanya masih ada atau nggak. 

Aku pilih es tape roti. Saat ditanya mau pakai sirup apa, aku sedikit bingung sampai akhirnya memilih sirup merah. Kata masnya yang jaga, ada 2 macam sirup di sini : merah dan hijau. Merah rasanya lebih segar. Hijau sedikit lebih asam. Ada juga coklat, kalau mau rasa coklat.  Atau susu yang mirip kental manis. Semua sirup di sini dibuat homemade dengan botol-botol kaca yang tersusun rapi. 

Karena ramai pembeli, aku harus tunggu beberapa menit untuk mendapatkan pesananku. Untungnya aku masih dapat tempat duduk. Selain itu, di meja juga terhidang lumpia, tahu goreng, tempe goreng, onde-onde, sampai rolade. Ya, memang paling enak menyeruput es sambil ngemil. Tidak ada makanan berat di sini. Paling-paling bungkusan kecil berisi mie goreng dan capcay. Capcay di sini bukan capcay ala Chinese resto lho, ini capcay ala Jawa berupa gorengan tepung yang dimasak bersama  irisan kol dan wortel. 


Aneka gorengan yang menggoda

Es Tape Roti ... slrpppp...

Begitu segelas es terhidang, aku langsung menyeruput dengan sendok. Irisan roti tawar yang gurih berpadu dengan tape ketan putih terasa lembut di mulut. Dengan siraman sirup merah dan sedikit santan,  manis dan segarnya maknyus. Tak lupa aku mencomot sepotong tempe goreng, sebungkus mie dan sebungkus capcay.  Asli deh, jajan di sini bisa bikin kalap. 

Sirup homemade


Segelas es itu harganya cuma Rp. 7.000. Sedangkan gorengan, mie, dan capcay, masing-masing seharga Rp. 1.500. Jadi aku cukup bayar Rp. 11.500. Harga terjangkau ditambah rasa yang tetap otentik dan pelayanan yang ramah, nggak heran kalau depot ini tak hilang tergerus zaman. Kurasa selagi bangunan  Matahari Plaza masih berdiri, Depot Es Semanggi pun akan terus bertahan bagai oase tersembunyi. 


Alamat :
Depot Es Semanggi 
Basement Matahari Plaza, Jl. A. Yani 4, Magelang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salam Dari Lembah Tidar

Menyambut Pagi Bersama Martabak Bu Sri

Bukit Tidar : Paku Pulau Jawa, Serasa Jadi Nobita