Lemah Teles, Angkringan Pak Dur
"Matur nuwun. Lemah teles" Kalimat penuh makna itu hampir selalu diucapkan beliau setiap kali menerima pembayaran dari pembeli. "Matur nuwun", bahasa Jawa halus yang artinya terima kasih. Sedangkan "lemah teles" adalah parikan atau pantun Jawa yang artinya "Sing Kuasa sing mbales" (Yang Mahakuasa yang membalas). Kalau dipikir-pikir, kalimat itu bukan sekadar ucapan. Ada rasa syukur, doa, dan mungkin juga harapan agar pembeli yang datang tidak kapok lalu kembali lagi besok malam. Begitulah gaya Pak Dur, penjual angkringan yang mangkal tak jauh dari rumahku. Ya, kita bisa jumpai bapak yang ramah ini di belokan Jalan Tidar menuju Jalan Telasih, tepat di samping kanan Toko Azko. Di sana ada gerobak angkringan sederhana dengan tenda seadanya. Jangan tertipu tampilannya. Begitu buka di jam 19.30, tempat itu berubah jadi semacam “pos ronda kuliner”. Driver ojol yang mampir buat istirahat, para pemuda nongkrong sambil ngobrol ngalor-ngidul, sampai warg...